• +62 (274) 563046
  • headoffice@pagilaran.co.id
  • g_larcommerce@pagilaran.co.id

Sejarah PT Pagilaran

PT Pagilaran sebagai private company yang bergerak dalam bidang Perkebunan, Perindustrian, Perdagangan, dan Konsultasi akan selalu tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit.

PT Pagilaran sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) selalu aktif dalam mengemban amanah tridharma perguruan tinggi, demi menciptakan lestarinya Dunia Perkebunan Komodias Teh dan Kakao Indonesia, melalui berbagai penelitian ilmiah oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti serta Pemberdayaan Petani Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Nasional.

Perjalanan PT. Pagilaran menjadi salah satu perusahaan Teh di Indonesia dimulai dari tahun,

Seorang warga negara berkebangsaan Belanda bernama E. Blink membuka tanah hutan di daerah Pagilaran kemudian ditanami dengan tanaman kina dan kopi. Ternyata hasil yang diperoleh kurang menggembirakan.

Tanaman Kina dan Kopi diganti dengan tanaman teh. Ternyata hasilnya lebih baik karena keadaan alam dan tanah di daerah Pagilaran sesuai untuk budidaya tanaman teh. Setelah mengalami sedikit perkembangan, perkebunan tersebut diambil alih oleh Maskapai Belanda yang berkedudukan di Semarang. Dalam kekuasaan Belanda ini perkebunan teh mengalami perkembangan pesat. Hal ini terbukti dengan adanya penambahan areal perkebunan, yaitu dengan cara melelang taneh di sekitarnya.

Maskapai Belanda mengalami kebakaran sehingga usaha dan kegiatannya berhenti total. Akhirnya pada tahun 1922 perkebunan teh ini dibeli oleh bangsa Inggris yang kemudian diadakan perbaikan kembali.

Perkebunan Pagilaran digabungkan dengan P & T Lands (Pemanukan dan Tiiasem) oleh bangsa inggris. Pada masa penggabungan ini dimulailah pembangunan sarana kabel ban untuk mempermudah pengangkutan pucuk teh dari kebun ke pabrik pengolahan teh. Oleh karena Inggris kalah dengan Jepang dalam perang Asia Timur Raya” maka perkebunan dikuasai oleh Jepang dan tanaman perkebunan diganti dengan tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan tentara Jepang dalam perang Dunia II. Pada tahun 1947 – 1949 perkebunan dikuasai oleh Bangsa Inggris lagi, kemudian dilakukan pembangunan dengan peralatan lama yang masih tersisa akibat perusakan Jepang.

Melalui Surat Keputusan Menteri PTIP, Prof. Ir. Toyib Hadiwijaya perkebunan diserahkan kepada Universitas Gadjah Mada untuk dijadikan sarana pendidikan dan penelitian mahasiswa. Selanjutnya nama perusahaan diganti dengan Perusahaan negara (PN) Pagilaran dan pengelolaannya diserahkan kepada Fakultas Pertanian UGM . Dengan luas lahan yang lebih dari 1000 ha, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terniscayakan harus mengelolanya sebagai entitas usaha yang produktif dan tidak boleh merugi. Hal ini membawa kepada pilihan untuk tetap mengelolanya sebagai aset komersial yang produktif dan dikelola oleh PT. Pagilaran. Selanjutnya kebun Pagilaran dikelola dengan visi dan misi untuk mendukung tidak saja dharma pendidikan dan penelitian, namun juga pengabdian yang nyata terhadap masyarakat pelaku usaha perkebunan. Seiring dengan proses tersebut Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui PT. Pagilaran juga memperoleh Hak Guna Usaha lain seluas 208 ha di Segayung Utara, Kabupaten Batang Jawa Tengah untuk kemudian dikembangkan sebagai perkebunan kakao.

status PN diganti menjadi PT Perkebunan Perindustrian Perdagangan dan Konsultasi PT Pagilaran.

PT Pagilaran mendapatan surat penugasan dari menteri Pertanian Prof. Sumantri Sastrosudiarjo No. KB.340/97/mentan/II/1985 untuk menjadi Perusahaan Inti Rakyat (PIR) Jawa Tengah seluas 4700 ha yang tersebar di Kabupaten Batang, Banjarnegara, dan Pakalongan dan di dukung oleh SK dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor: 525/05/740 yang prinsipnya mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Jawa Tangah.

bertepat tanggal 29 September 2016, Yayasan Fakultas Pertanian UGM (Fapertagama) menghibahkan saham PT Pagilaran kepada UGM untuk dikelola sebagai teaching industry bagi civitas akademika UGM. Hibah aset ini ditujukan untuk mendukung Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Partnership

PT Pagilaran bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, instansi pemerintah serta lembaga pendidikan guna mengembangkan tujuan bersama.