SEJARAH

Sejarah

Pada tahun 1840, seorang warga negara berkebangsaan Belanda bernama E. Blink membuka tanah hutan di daerah Pagilaran kemudian ditanami dengan tanaman kina dan kopi. Ternyata hasil yang diperoleh kurang menggembirakan. Untuk itu pada tahun 1899, diganti dengan tanaman teh. Ternyata hasilnya lebih baik karena keadaan alam dan tanah di daerah Pagilaran sesuai untuk budidaya tanaman teh. Setelah mengalami sedikit perkembangan, perkebunan tersebut diambil alih oleh Maskapai Belanda yang berkedudukan di Semarang. Dalam kekuasaan Belanda ini perkebunan teh mengalami perkembangan pesat. Hal ini terbukti dengan adanya penambahan areal perkebunan, yaitu dengan cara melelang taneh di sekitarnya. Pada tahun 1920 Maskapai Belanda mengalami kebakaran sehingga usaha dan kegiatannya berhenti total. Akhirnya pada tahun 1922 perkebunan teh ini dibeli oleh bangsa Inggris yang kemudian diadakan perbaikan kembali. Pada tahun 1928 oleh Inggris, perkebunan Pagilaran digabungkan dengan P & T Lands (Pemanukan dan Tiiasem). Pada masa penggabungan ini dimulailah pembangunan sarana kabel ban untuk memperrrudah pengangkutan pucuk teh dari kebun ke pabrik pengolahan teh. Oleh karena Inggris kalah dengan Jepang dalam perang Asia Timur Raya” maka perkebunan dikuasai oleh Jepang dan tanaman perkebunan diganti dengan tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan tentara Jepang dalam perang Dunia II. Pada tahun 1947 – 1949 perkebunan dikuasai oleh Bangsa Inggris lagi, kemudian dilakukan pembangunan dengan peralatan lama yang masih tersisa akibat perusakan Jepang. Pada tahun 1964 melalui Surat Keputusan Menteri PTIP, Prof. Ir. Toyib Hadiwijaya perkebunan diserahkan kepada Universitas Gadjah Mada untuk dijadikan sarana pendidikan dan penelitian mahasiswa. Selanjutnya nama perusahaan diganti dengan Perusahaan negara (PN) Pagilaran dan pengelolaannya diserahkan kepada Fakultas Pertanian UGM . Untuk mengenangnya maka tanggal 23 Mei dijadikan hari lahirnya PT Pagilaran. Dengan luas lahan yang lebih dari 1000 ha, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terniscayakan harus mengelolanya sebagai entitas usaha yang produktif dan tidak boleh merugi. Hal ini membawa kepada pilihan untuk tetap mengelolanya sebagai aset komersial yang produktif dan dikelola oleh PT. Pagilaran. Selanjutnya kebun Pagilaran dikelola dengan visi dan misi untuk mendukung tidak saja dharma pendidikan dan penelitian, namun juga pengabdian yang nyata terhadap masyarakat pelaku usaha perkebunan. Seiring dengan proses tersebut Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui PT. Pagilaran juga memperoleh Hak Guna Usaha lain seluas 208 ha di Segayung Utara, Kabupaten Batang Jawa Tengah untuk kemudian dikembangkan sebagai perkebunan kakao. Pada tanggal 1 Januari 1974 status perusahaan diganti dari PN Pagilaran menjadi PT Perkebunan Perindustrian Perdagangan dan Konsultasi pr pagiraran. PT Pagilaran mendapatkan tugas dari Pemerintah untuk mengembangkan perkebunan dengan pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) sejak tahun 1985/1986 sampai dengan sekarang dengan areal yang tersebar di beberapa propinsi ( DIY, Jawa Tengah dan JawaTimur). Pada Tanggal 1 Januari 1974 status PN diganti menjadi PT Perkebunan Perindustrian Perdagangan dan Konsultasi PT Pagilaran. Mulai tanggal 21 Februari 1985 PT Pagilaran mendapatan surat penugasan dari menteri Pertanian Prof. Sumantri Sastrosudiarjo No. KB.340/97/mentan/II/1985 untuk menjadi Perusahaan Inti Rakyat (PIR) Jawa Tengah seluas 4700 ha yang tersebar di Kabupaten Batang, Banjarnegara, dan Pakalongan dan di dukung oleh SK dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor: 525/05/740 yang prinsipnya mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Jawa Tangah.   Dengan adanya dukungan yang kuat tersebut PT Pagilaran membangun pabrik pengolahan unit plasma di beberapa wilayah yang tersebar di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta , unit plasma tersebut antara lain:

  1. Unit Produksi Kaliboja di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
  2. Unit Produksi Jatilawang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
  3. Unit Produkis Sidoharjo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah
  4. Unit Produksi Samigaluh di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta

Sebegai perusahaan perkebunan perindustrian perdagangan dan konsultasi PT Pagilaran memiliki nilai-nilai perusahaan yang dirangkum dalam satu kata “Improvisasi”. Makna dan arti nilai-nilai perusahaan sebagai berikut:

  1. Integritas. PT. Pagilaran adalah perusahaan perkebunan swasta besar yang bermartabat yang senantiasa memegang teguh prinsip-prinsip moral dan beretika dalam melakukan kegiatan usaha. Oleh sebab itu insan PT. Pagilaran harus senantiasa berdedikasi, patuh pada peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku, jujur dan beretika. Bekerja sebagai bagian ibadah kepada Tuhan YME dengan usaha semaksimal mungkin demi mencapai keberhasilan dan kemanfaatan ekonomis, sosial maupun lingkungan.
  2. Mindset, adalah sebuah set attititude positif yang memuat unsur : Loyal , Insan PT. Pagilaran senantiasa memegang teguh kesetiaan kepada Visi, Misi dan Tujuan dan Sasaran  Perusahaan, Pimpinan Perusahaan dan rekan sekerja; Disiplin, Insan PT. Pagilaran selalu taat terhadap tata tertib dan dan peraturan yang telah ditetapkan; Rasa memiliki, Sebagai bagian dari perusahaan, insan PT. Pagilaran senantiasa menumbuh-kembangkan rasa memiliki terhadap perusahaan sehingga memandang perlu untuk menjaga, memelihara dan melindungi aset dan kegiatan perusahaan dan ikut memikirkan upaya terbaik untuk memajukan PT. Pagilaran secara berkelanjutan.
  3. Produktif Insan PT. Pagilaran senantiasa berperilaku, bekerja dan menumbuhkan iklim kerja yang  produktif sebagai bagian dari upaya untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu perusahaan dengan produktivitas yang tinggi. Insan yang produktif senantiasa berangkat dari kesadaran diri, mempunyai tujuan yang jelas dalam bekerja, terbuka untuk motivasi, mempunyai perencanaan dan strategi yang bagus dalam bekerja, persiapan mental yang cukup, fokus dan berkeinginan kuat untuk berubah menuju sukses dan selalu mengevaluasi diri.
  4. Viisioner, Insan PT. Pagilaran selalu berpandangan luas berusaha inovatif menghasilkan pemikiran, prosedur dan karya baru untuk senantiasa tumbuh, berkembang, berperilaku dinamis dan berusaha untuk menjadi yang terdepan. Insan PT. Pagilaran  juga senantiasa berperilaku terbuka, bersahabat, antusias dan profesional.
  5. Organisasi, Insan PT. Pagilaran selalu mengedepankan dan mengembangkan kerjasama yang positif dalam berinteraksi atau berhubungan secara sosial dan kedinasan antar individu, antara individu dengan unit kerja dan antar kelompok kerja dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
paper writing onlinepaperhelperspaperhelpers